Indonesia Contemporary Art

Diskusi Pameran Tunggal Mahardhika Yudha ”FOOTAGE JIVE”

“Footage dokumentasi yang dimiliki oleh siapapun, memiliki kecenderungan untuk diolah kembali atau didaur ulang sampai kapan pun. Sekaligus sebagai upaya personal untuk merekam sejarah.” (Mahardhika Yudha)

Sebagai rangkaian program pameran tunggal Mahardhika Yudha “Footage Jive” di RURU Gallery, ruangrupa mengadakan diskusi dengan tema “Membaca Arsip”.

Program diskusi ini akan membicarakan seputar pengelolaan arsip visual dan khususnya audio visual, menyangkut juga masalah sejauh mana telah dilakukan”pembacaan” terhadap arsip-arsip visual yang telah ada, serta bagaimana strategi untuk membuka akses yang lebih luas kepada publik terhadap penggunaan arsip-arsip visual ini.

Menghadirkan 3 pembicara: Lisabona Rahman(kineforum), Agus Mediarta(Konfiden), Hikmat Darmawan(Rumah Film), dan akan dipandu oleh Mirwan Andan(Divisi Litbang ruangrupa) sebagai moderator. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi sebuah forum untuk saling membagi pengalaman dalam hal pengelolaan arsip, dan kemudian membahas bagaimana usaha untuk “mempublik-kan” arsip visual yang telah ada selama ini.

Tema : “Membaca Arsip”
Pembicara : Lisabona Rahman(Kineforum), Agus Mediarta(Konfiden), Hikmat Darmawan(Rumah Film)
Moderator : Mirwan Andan (ruangrupa)

Minggu, 6 September 2009 jam 19.00 – selesai
RURU Gallery
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6, Jakarta Selatan 12820
t/f: +62 21 8304220
e-mail: info@ruangrupa.org
www.ruangrupa.org

This entry was posted in Art News, Events and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

One Comment

  1. Surin Welangon
    Posted September 5, 2009 at 1:10 pm | Permalink

    dulu banyak dijumpai postcard bergambar karya seni rupa di toko-toko buku. siapapun dapat melihat dan menikmatinya , ada yang koleksi ada yang sekedar iseng, andai karya – karya video art juga bisa dinikmati semudah itu tentu publik akan membaca dan menangkap berbagai apresiasi. minimnya media publik yang menyediakan space buat karya – karya video art tentunya minim sekali masyarakat dapat menemukan media baru tersebut.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.