Indonesia Contemporary Art

Up & Hope, Visual Art Exhibition

Up & HopeUp & Hope
Visual art exhibition
of more than 100 Indonesia artists
Pameran dengan tajuk “Up & Hope” kali ini merupakan salah satu ikhtiar untuk merawat cahaya harapan. Pameran ini dirancang di tengah situasi yang muram, berupa krisis ekonomi global, yang mendera hampir seluruh negara, termasuk Indonesia. Di tengah persiapan pameran, masih dihempas oleh peristiwa meledaknya bom di Hotel J.W Marriot dan Hotel Ritz-Carlton (pada Jumat pagi, 17 Juli 2009) yang dilakukan oleh pengecut berjuluk teroris. Peristiwa ini jelas sangat mengguncang dunia, di tengah harapan yang mulai berbinar. Tak ada cara lain untuk melawannya, kecuali terus dan tetap merawat harapan, sambil menepis rasa takut.

Tema atau tajuk ini, “Up & Hope” – betapapun longgarnya sebagai tajuk kuratorial – saya anggap justru semakin relevan dalam konteks hari ini, yakni untuk melawan berbagai kemuraman itu. Mendorong hasrat untuk bangkit, terus merawat harapan, merupakan cahaya yang akan mengantar pada ujung lorong yang terang. Karya seni rupa, seperti sudah disinggung di muka, memiliki potensi semacam ini.

D’PEAK Art Space sebagai institusi baru bagi ruang publik seni rupa, menyodorkan ruang ini untuk forum memelihara harapan menyongsong terang cahaya. Pameran “Up & Hope” juga bermakna perayaan; merayakan kehadiran ruang publik baru khususnya bagi dunia seni rupa. Sebuah perayaan, selalu ingin penuh warna dan gembira. Spirit inilah yang menafasi pameran ini. Para perupa yang berpartisipasi dalam peristiwa pameran ini, diundang atas pertimbangan eksistensi para perupa, capaian-capaian, kesenimanan, kualitas karya, dari yang berada di papan atas, hingga mereka yang muda-muda, yang masih meniti jembatan karier dengan penuh tantangan. Saya merasa gembira, karena pameran ini mampu menghadirkan konfigurasi perupa yang beragam, berjajarnya para perupa senior yang sudah malang melintang dan kenyang dengan pengalaman presentasi, pameran, dan berdebat di forum-forum internasional, dengan para perupa muda usia yang masih gelisah, yang masih mencari, dan masih membangun indentitas diri. Dari konfigurasi itu, perupa muda tetap mendominasi pameran ini. Mereka yang muda-muda itu berada dan bersanding dengan para senior yang inspiratif. Betapapun, orang muda selalu dijadikan tumpuan harapan; harapan perubahan dan harapan perbaikan.

(Petikan teks kuratorial dari Suwarno Wisetrotomo)

Grand opening ceremony
Saturday, 8 August 2009 at 6 p.m.
Jalan RS. Fatmawati No. 56 d/h. 1100
(in front of RS. Fatmawati /fire brigade office)
Jakarta Selatan 12440

The exhibition will be officiated by
DR. Ing. H. Fauzi Bowo
Governor of Jakarta Special Capital Region (DKI Jakarta)

Artists:
Budi “Swiss” Kustarto, Budi Ubrux, Edo Pop, Edy Sunaryo, Hadi Soesanto, Harris Purnama, Hening Purnamawati, I Made A. Palguna, Ivan Sagita, I Wayan Cahya, Jeihan Sukmantoro, Made Sukadana, Made Toris Mahendra, Monika Ary Kartika, M. Irfan, Muji Harjo, Nasirun, Neneng S. Ferrier, Niko Rikardi, Pencus Susanto, Putra Eko Prasetyo, Putut Wahyu Widodo, Robi Fathoni, Riduan, Romi Armon, Rusnoto Susanto, Setyo Priyo Nugroho, Sigit Santoso, Srihadi Soedarsono, S. Teddy D, Teguh Ostentrik, Tiarma D. Sirait, Ugy Sugiarto, Wara Anindyah, Yani Mariani Sastranegara, etc.

Curator: Suwarno Wisetrotomo
Co-curator: Kuss Indarto

Contact person:
William Widranata (0817886169)

This entry was posted in Events, Exhibition and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.