Upcoming Art Events
- July 30, 2010:
Random ArtTitudes
- Pameran 4 Pematung Muda Bandung
- Creambath Dimana Ya?
- Hyper by Denis Darzacq
- PAMERAN TUNGGAL GREG SINDANA " KEPAUK "
- Midori Hirota Exchange Project "Memory of Asia"
- Videochronic : Video Activism and Online Video in Indonesia
- Talk by Karim Raslan: Indonesian Contemporary Art
- KRONIK DUNIA BARU
- Peace | FaceToFace
- DITTMAR’S “COLOUR WINDOWS” ON THE SPIRITUAL QUEST (curatorial)
Archives
Partners
-
Partners
Please visit Automatic Backlinks to start earning free backlinks
Open Submission
Submit u'r updates, events, profiles or artworks to us and let us spread it to the world. We now more close to the social community, you can follow us @Twitter, support us on facebook & flickr of course you still can manually send us an email to my@arttitudes.org or using our submition form or maybe you want to get update from us? Just Subscribe to our maillist below, and we'll send you a weekly update.Get Update on Email
-
Meta
Art Blog
Art Event
Art Link
Artist
- A. D. Pirous
- Agus Suwage
- Albert Yonathan
- Andi Cakra Abbas
- Angki Purbandono
- Aram TOTER
- Ardan Hanafi
- Arks
- Bambang Toko
- Beiny Harsono a.k.a. Abeikoen
- Budi Adi Nugroho
- Bugsy
- Bunga Jeruk
- Cangkang Serigala
- Daging Tumbuh
- Dikileos
- Edwin Roseno
- Eko Nugroho
- Endira FJ
- Eunice a.k.a. Pinkgirlgowild
- Faisal Habibi
- Gadis Gelap
- Gede Krisna Widiathama
- Gilang Merdeka
- Hendra 'Hehe' Harsono
- Henrycus
- I Wayan Sujana Suklu
- Ida Bagus Indra
- Iwan Effendi
- Iyok Prayogo
- J. Ariadhitya Pramuhendra
- Keni Johansjah
- Leonardiansyah A.
- Made Wianta
- Maradita Sutantio
- Marishka Soekarna
- Monez Gusmank
- Muhammad Akbar
- Mujahidin Nurrahman
- Nuri Fatima
- Nus Salomo
- Nyoman Nuarta
- Okay Monster
- Pintor Sirait
- Prihatmoko Catur 'Moki'
- R. Yuki Agriardi
- Rega Ayundya Putri
- Rennie Emonk
- Restu Ratnaningtyas
- Riri Prabandari
- Robotgoblok Bajraghosa
- Sancok Brancok
- Sinta Tantra
- Sulaiman Said
- Tembok Bomber
- The Popo
- Tisa Granicia
- Tommy Aditama Putra
- Toto Nugroho
- Tromarama
- Tututupai
- Ube
- Wedhar Riyadi
- Wok The Rock
Auction
Community
Gallery & Art Space
- Andi's Gallery
- Apsari Gallery
- Ark Galerie
- Art Societes
- ARTsphere Gallery
- Bentara Budaya
- Biasa Art Space
- Bidadari Art Gallery
- Canna Gallery
- Cemara 6 Galeri
- Cemeti Art House
- CGartspace
- CP Foundation
- Edwin's Gallery
- Ego Gallery
- Elcanna Gallery
- EMMITAN Fine Art Gallery
- Galeri Foto Jurnalistik Antara
- Galeri Nasional Indonesia
- Galeri Semarang
- Galeri Soemardja
- Gaya Art Space
- Gracia Art Gallery
- H2 Art Gallery
- Hanna Artspace
- Kendra Gallery
- Komaneka Fine Art Gallery
- Koong Gallery
- Langgeng Gallery
- Linda Gallery
- MahaArt Gallery
- Nadi Gallery
- One Galeri
- Orasis Art Gallery
- Puri Art Gallery
- Selasar Sunaryo Art Space
- SIGIarts
- Sika Gallery
- Soka Gallery
- Tama Gallery
- TONYRAKA Art Gallery
- Tujuh Bintang Art Space
- Vivi Yip Art Room
Journal & Media
Museum



Arsenic Fantasy
Sponsored by the British Council UK, London based artist Sinta Tantra, acclaimed for her public artworks and installations, stages her first major international solo show this November in Indonesia’s prestigious Gaya Art Space. The exhibition explores ideas surrounding fantasy and identity; simultaneously celebrating as well as deconstructing surface surface sheen, seduction and faith in artifice.
“Over the years Bali’s popularity as a tourist destination has meant that it has been seen by many Westerners as an exotic island or ‘paradise’. Though this may seem idealistic from the first, there is also a danger of it being politically misinterpreted as playing the submissive role or ‘other’. I wanted to pierce that stereotype, subvert it and make use of an oxymoron within the title. ‘Arsenic Fantasy’ plays with the idea of a dystopia derived from decadence, excess and hedonism – in short, a cocktail of poison / pleasure.”
Inspired by the visuals found in flags and graphic logos, Tantra dramatically transforms the gallery with a series of monumental murals. The dynamic arrangement of motifs and seminal graphics of dancing figures, palm tress and batik inspired patterns establishes a sense of nostalgia and nationalism. Overall, there is an outward and optimistic tone in Tantra’s work reflected in the playful use of space and command of visual imagery.
“I’m interested in scale, placement and materiality – creating a design which wraps around the walls of the building; encompassing the space as a whole, taking charge of its architecture, form and layout. Its important for me to direct the audience towards a visual as well as physical journey. My installations are always about space – responding to a space, making our bodies aware of space, enabling us to question how space affects us from the inside out and not from the outside in.”
Arsenic Fantasy develops further the themes examined in Tantra’s past work. The delight in surface image, the porous boundary between pictorial and physical spaces, the ideas of spectacle, submergence and superabundance. The show also represents several departures for the artist, primarily her move away from brighter colours and vibrant tones. The use of a more refined palette has developed new pictorial depths in Tantra’s work, enabling an elegance held in tension with the allure of her updated visuals and a confident use of scale.
Sinta Tantra’s acclaimed work in the UK has included public art commissions for the Southbank Centre, Camden Council and Transport for London. She has won numerous awards for her work, including the prestigious £8000 Deutsche Bank Pyramid Award, the Henry Moore Postgraduate Award and the Westminster’s City Council Civic Award. Graduated from the Slade School of Fine Art and then the Royal Academy of Arts, Tantra’s first international solo show in Bali received a grant award from the British Council. Her work has recently been acquired by the UK Government Art Collection and future projects include a solo project with Stanley Picker Gallery, Kingston University in London.
==========
Arsenic Fantasy
Pameran kali ini merupakan sebuah tonggak bersejarah dalam perjalanan Sinta Tantra di dalam meniti karir. Meski pun selama ini Sinta Tantra telah menyelenggarakan berbagai pameran berskala internasional, tetapi baru kali ini lah Sinta Tantra memiliki kesempatan untuk mempersembahkan hasil karya saya di Indonesia. Sinta Tantra sendiri mempunyai latarbelakang yang beragam dan penuh warna; lahir di kota New York, dan sebagai keluarga dari keturunan Bali, Sinta Tantra dan keluarga pernah tinggal di Indonesia, Singapura , Amerika dan Inggris. Menginjak dewasa, keterikatan Sinta Tantra terhadap Bali menjadi semakin kuat, dan sebagai salah satu “rumah” baginya, dia pun menyadari bahwa identitas itu tidak selamanya menetap dan pasti. “Identitas” itu sendiri bukan lah sebuah persoalan dimana kita dilahirkan atau darimana asal orangtua kita: tetapi lebih merupakan sebuah pengembangan perjalanan dari berbagai macam perbedaan yang ada; peran serta di dunia yang dibangun dari berbagai macam latar budaya, yang senantiasa berubah dan tidak permanen sejalan dengan arus globalisasi ekonomi.
Disponsori oleh British Council, Inggris, seniman yang bermukim di London, Sinta Tantra, mempersembahkan hasil karya seninya ke publik, sebagai bagian dari pameran tunggal terbesarnya di Indonesia pada bulan November di ruang pameran seni, Gaya. Pameran kali ini akan mengekplorasi ungkapan-ungkapan fantasi dan jati dirinya; yang secara bersamaan akan bermain-main dan juga merombak tataran yang ada dengan kekonsistenannya terhadap keluhuran nilai seni.
Selama bertahun-tahun, popularitas pulau Bali sebagai sebuah tujuan wisata asing telah dipandang sebagai sebuah pulau yang penuh keindahan dan seperti “surga”. Pada awalnya, hal ini mungkin terlihat sangat ideal tetapi ia juga menyimpan letupan-letupan ketika secara politis tidak tepat diterjemahkan sebagaimana peran yang sepatutnya. Saya ingin mengubah pandangan seperti itu, menghadapinya dengan menggunakan oxymoron
(suatu hal yang mengikat dua hal yang bertentangan sehingga dapat berljalan di dalam suatu kesatuan dan menghasilkan suatu harmoni yang indah) dalam pemilihan tema pameran kali ini. “Imajinasi Arsenik” memainkan ide dari sebuah situasi ketidakteraturan yang berasal dari kehancuran, kerakusan dan hedonisme – yang secara singkat, dapat diibaratkan seperti madu dan racun.
Terinspirasi dari visualisasi yang dilihatnya dari berbagai logo bendera dan grafik yang ada, Tantra secara dramatis merubah ruang galeri dengan serangkaian mural yang monumental. Penataan yang dilakukan secara dinamis atas berbagai motif dan bentuk grafik seperti figur para penari, nyiur kelapa dan pola yang terinspirasi dari motif batik membangkitkan aura nostalgia dan nasionalisme. Secara keseluruhan terlihat adanya nada keterbukaan and optimistik dalam karya Tantra, merefleksikan permainan ruang dan penggunaan imajinasi visual.
Sinta Tantra tertarik dengan skala, penempatan dan bahan materi – menciptakan design yang meliputi dinding gedung; melihat ruang sebagai suatu kesatuan, mencuplik seni arsitek, bentuk dan tataruangnya. Sangat penting bagi Sinta Tantra untuk membawa masuk pengunjung yang datang dan menggiring mereka masuk ke dalam sebuah perjalanan baik secara visual maupun secara fisik. Penataan saya selalu mengenai ruang – menanggapi ruang, menyadari tubuh kita akan adanya ruang, menjadikan kita bertanya bagaimana sebuah ruang dapat mempengaruhi kita dari dalam diri kita dan bukan sebaliknya”
Imajinasi Arsenik mengembangkan sebuah tema yang lebih jauh dari apa yang telah dieksplorasi oleh Sinta Tantra sebelumnya. Keriangan yang tampak di permukaan, , sekat-sekat yang tidak kaku antara bentuk grafik dan ruang secara fisik, ide penggelaran, penggabungan yang berlimpah. Pameran ini juga menandakan beberapa peninggalan dari sang artis, terutama sekali peninggalannya akan warna-warna cerah dan nada-nada yang kuat selama ini. Penggunaan kuas yang lebih halus telah menghasilkan sebuah lukisan yang lebih mendalam dari karya Sinta Tantra, memberi keanggunan tersendiri dalam sebuah tekanan dengan keajaiban visual terkini serta kepercayaan diri yang kuat akan penggunaan skala ruang.
Sinta Tantra telah menghasilkan beberapa karya seni di Inggris antara lain lembaga seni public di Southbank Centre, Camden Council and Transport kota London. Sinta juga telah memenangkan berbagai penghargaan seni bergengsi antara lain Pyramid Award senilai delapan ribu poundsterling dari Deutsche Bank, The Hendry Moore Postgraduate Award and the Westminster’s City Council Civic Award. Lulus dari sekolah seni terkemuka, Slade School of Fine Art dan Royal Academy of Arts. Pameran tunggal internasional Tantra di Bali disponsori oleh British Council. Baru-baru ini, beberapa hasil karyanya juga telah dibeli oleh UK Government Art Collection dan proyek-proyek mendatang antara lain projek tunggal dengan Stanley Picker Gallery, Kingston University di London.
Start Time: Sunday, November 15, 2009 at 7:00pm
End Time: Tuesday, December 15, 2009 at 10:00pm
Location: Gaya Art Space
Address: Jl. Raya Sayan, Ubud, Bali
Email: artspace@gayafusion.com
[Translate]