Indonesia Contemporary Art

Bakaba

Komunitas Seni Sakato (KSS) terkahir menggelar pameran pada tahun 2005 dengan tajuk Re-Reading Ladschaap di Nadi Gallery Jakarta. Pada dasarnya ada beberapa rancangan pameran yang diagendakan sebagai program lanjutan dari ide tersebut, namun rencana ini seakan-akan pupus ditelan waktu, beberapa kendala dan kondisi tidak memungkinkan sehingga lanjutan program tersebut terkatung-katung dalam timbangan karena dibuang-sayang.

Pertengahan tahunsilam, tepatnya bulan Mei 2009, tepatnya di BARAK Stefan Bwana, diadakan Mubes yang ke III KSS, terpilih sebagai ketua waktu itu adalah saya, Jumaldi Alfi, menggantikan yth. Bpk Kasman KS yang pada waktu itu dalam kondisi sakit. Selain dari pemilihan ketua baru dan pendataan ulang anggota KSS, Mubes ini juga meng-agendakan kembali dan menindak lanjuti ide pameran yang sudah terbengkalai selama 5 tahun ini. Untuk itu dibentuklah kepanitiaan kecil guna melancarkan program tersebut. Kepanitiaan ini di komandoi oleh Rudi Hendiatno dan di back up oleh Desrat, Afdal dan Harlen Kurniawan.

Pada pertemuan/rapat pertamadiputuskan pameran di adakan bulan Oktober 2009dengan tema bakaba, menyelenggarakan pameran dalam jangka waktu lima bulan merupakan waktu yang singkat, namungairah yang menggebu dan kerinduan kerinduan untuk kembali menyemarakkan dunia seni rupa Indonesia, waktu yang membelenggu itu dapat kendalikan oleh panitia, terus terang, saya merasa salut dan bangga atas semangat dan etos kerja teman-teman muda ini.

Menjelang akhir persiapan pamera, tepatnya tanggal 30 Septembar 2009, Gempa Bumi yang teramat dashyatnya meluluh-lantakkan Sumatera Barat, khususnya daerah Padang, pariaman dan sekitarnya. Rencana Pembukaan Pameran yang sedianya akan diadakan tanggal 3 Oktober 2009, seketika bubar. Banyak sanak saodara,- handai tolan dari anggota KSS menjadi korban karenanya. Mau tidak mau, akhirnya perhatian tersita pada peristiwa Gempa Sumbar. Sarang (studio Residensi) yang sebelumnya hiruk pikuk dengan dendang persiapan pameran berubah warna menjadi posko Gempa Sumbar, untuk sementara kegiatan berkesinian terhenti.

Di sela kesibukan membantu posko Gempa Sumbar, beberapa panitia inti kembali merancang agenda pameran dan pada akhirnya pameran di undur hingga 17 februari 2010, persiapan pameran ditata kembali, dengan ini, ada jeda yang cukup untuk mempersiapkan karya-karya yang lebih matang.

Pameran ini lahir dari hasrat yang kuat, baik dari panitia maupun para naggota yang sudah merindukan berkumpul dan tampil bersama, saya sangat bangga dan terharu atas dedikasi panitia dan anggota yang tetap konstan. hal yang cukup langka untuk situasi saat ini bahwa dengan rendah hati saya ucapkan terima kasih terhadap Desrat, Afdhal, Rudi, Harlen, ucok dan lain-lain.

Tak lupa pula, terimakasih kepada Mr. Jasdeep Sandhu dari Gajah Gallery- Singapore yang dengan tulus ikhlas men Suport pameran ini baik secara moril maupun materil. Terimakasih juga kepada bpk. Jim Supangkat, bpk. Yasraf Amir Piliang dan bpk Suwarno Wisetrotomo atas kontribusi tulisannya untuk catalog pameran ini, pada pihak Jogja Nasional Museum dan pada teman-teman yang telah mendukung terselenggaranya pameran ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Kepada para pencinta khususnya khalayak seni rupa Yogyakarta dan khalayak seni rupa Indonesia secara umum terimakasih sebesar-besarnya atas kelapangan hati menerima kehadiran karya-karya kami, Komunitas Seni Sakato, sekali lagi Terimakasih.

Jumaldi Alfi
Kalipakis, 12-1-2010

NB.
Pameran ini Kami Dedikasikan untuk
Bpk. Kasman KS (alm)
Sdr. Deska Juswardi (alm)

=====

Di buka oleh: Butet Kartaredjasa

Penulis / Writer: Jim Supangkat, Suwarno Wisetrotomo, Yasraf Amir Piliang

Start Time: Wednesday, February 17, 2010 at 7.30 pm
End Time: February 23, 2010
Venue: Jogja National Museum
Address: Jl. Amri Yahya No. 1 Gampingan, Yogyakarta Indonesia
Email: sanggarsakato@gmail.com

Contact Person:
Desrat Fianda 081392596853
Rudi Hendriatno 081578113262
Afdhal 081802704745
Harlen Kurniawan 081328884027


Events, Exhibition