Upcoming Art Events
- July 30, 2010:
Random ArtTitudes
- Indieguerillas | Fools’lore: Folklore Reload
- FABULA
- Alun dan Pusaran
- Public Lecture Series #3 - IVAA
- Art(i)culation
- "dailytivity", Pameran Seni Rupa oleh mahasiswa DKV. UPH 2008
- Codex Code
- THE BRIDGES OF NATURE [solo exhibition by I Nyoman Sujana Kenyem]
- Pembukaan Pameran Lukisan Tunggal Cak Kandar
- Sebelah Mata
Archives
Partners
-
Partners
Please visit Automatic Backlinks to start earning free backlinks
Open Submission
Submit u'r updates, events, profiles or artworks to us and let us spread it to the world. We now more close to the social community, you can follow us @Twitter, support us on facebook & flickr of course you still can manually send us an email to my@arttitudes.org or using our submition form or maybe you want to get update from us? Just Subscribe to our maillist below, and we'll send you a weekly update.Get Update on Email
-
Meta
Art Blog
Art Event
Art Link
Artist
- A. D. Pirous
- Agus Suwage
- Albert Yonathan
- Andi Cakra Abbas
- Angki Purbandono
- Aram TOTER
- Ardan Hanafi
- Arks
- Bambang Toko
- Beiny Harsono a.k.a. Abeikoen
- Budi Adi Nugroho
- Bugsy
- Bunga Jeruk
- Cangkang Serigala
- Daging Tumbuh
- Dikileos
- Edwin Roseno
- Eko Nugroho
- Endira FJ
- Eunice a.k.a. Pinkgirlgowild
- Faisal Habibi
- Gadis Gelap
- Gede Krisna Widiathama
- Gilang Merdeka
- Hendra 'Hehe' Harsono
- Henrycus
- I Wayan Sujana Suklu
- Ida Bagus Indra
- Iwan Effendi
- Iyok Prayogo
- J. Ariadhitya Pramuhendra
- Keni Johansjah
- Leonardiansyah A.
- Made Wianta
- Maradita Sutantio
- Marishka Soekarna
- Monez Gusmank
- Muhammad Akbar
- Mujahidin Nurrahman
- Nuri Fatima
- Nus Salomo
- Nyoman Nuarta
- Okay Monster
- Pintor Sirait
- Prihatmoko Catur 'Moki'
- R. Yuki Agriardi
- Rega Ayundya Putri
- Rennie Emonk
- Restu Ratnaningtyas
- Riri Prabandari
- Robotgoblok Bajraghosa
- Sancok Brancok
- Sinta Tantra
- Sulaiman Said
- Tembok Bomber
- The Popo
- Tisa Granicia
- Tommy Aditama Putra
- Toto Nugroho
- Tromarama
- Tututupai
- Ube
- Wedhar Riyadi
- Wok The Rock
Auction
Community
Gallery & Art Space
- Andi's Gallery
- Apsari Gallery
- Ark Galerie
- Art Societes
- ARTsphere Gallery
- Bentara Budaya
- Biasa Art Space
- Bidadari Art Gallery
- Canna Gallery
- Cemara 6 Galeri
- Cemeti Art House
- CGartspace
- CP Foundation
- Edwin's Gallery
- Ego Gallery
- Elcanna Gallery
- EMMITAN Fine Art Gallery
- Galeri Foto Jurnalistik Antara
- Galeri Nasional Indonesia
- Galeri Semarang
- Galeri Soemardja
- Gaya Art Space
- Gracia Art Gallery
- H2 Art Gallery
- Hanna Artspace
- Kendra Gallery
- Komaneka Fine Art Gallery
- Koong Gallery
- Langgeng Gallery
- Linda Gallery
- MahaArt Gallery
- Nadi Gallery
- One Galeri
- Orasis Art Gallery
- Puri Art Gallery
- Selasar Sunaryo Art Space
- SIGIarts
- Sika Gallery
- Soka Gallery
- Tama Gallery
- TONYRAKA Art Gallery
- Tujuh Bintang Art Space
- Vivi Yip Art Room
Journal & Media
Museum



Ube, Solo Exhibition “NOL”
Kata “NOL” dalam pengertian umum mengacu pada kata “kosong, nihil, atau tidak bernilai”. Atau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, NOL berarti “bilangan persiapan sebelum memasuki tingkat pertama di urutan kelas; tidak ada kenyataan”. Atau menurut Merriam Webster Dictionary “the number between the set of all negative numbers and the set of all positive numbers; an insignificant person or thing; a state of total absence or neutrality”.
Ube beranggapan,bahwa kata NOL tersebut merupakan kata yang paling tepat untuk merepresentasikan dirinya saat ini. Pameran ini memang beliau maksudkan sebagai langkah awalnya memasuki “jagad persilatan” seni rupa, yang juga merupakan hasil dari kegelisahan-kegelisahannya, termasuk juga kegelisahannya terhadap paradigma yang selama ini masih dipegang teguh oleh rekan-rekan seangkatannya, yang mengatakan bahwa “bikin karya itu harus dimanis-manisin, biar menarik, biar laku terjual dan bisa menghasilkan uang”. Dan Ube telah menjungkirbalikkan paradigma itu dan menjawabnya melalui pameran tunggalnya yang pertama ini. Ube percaya bahwa nilai-nilai itu adalah nisbi dan sangat individual sifatnya.
Dalam berkarya, Ube lebih mengedepankan spontanitas. Ube tidak terlalu menghiraukan tetek bengek yang bersifat teknis yang menurutnya hanya akan membatasi ekspresi artistiknya. Ube berusaha melepaskan diri dari berbagai kredo seni rupa yang hanya akan mengungkung kebebasannya mencipta. Bagi Ube, sebuah karya itu tidak mesti dimuati dengan tema-tema sepele sejenis remeh temeh politik yang ia merasa awam di dalamnya. Ube membiarkan proses kreatif itu mengalir apa adanya, melalui berbagai media yang diakrabinya dan tema-tema besar yang lekat dengan dirinya sehari-hari. Ube seolah bercerita, atau meminjam istilah anak gaul jaman sekarang “curhat colongan” tentang pengalamannya, yang sebenarnya adalah pengalaman kolektif kita juga, seperti misalnya asyiknya mengadu ikan cupang, main video game dan main robot-robotan, Atau asyiknya jatuh cinta, kesalnya ditipu orang, dan lain sebagainya. Bagi Ube, dalam berkarya yang penting happy. Dan memang begitulah tabiat dasar seni murni, yaitu ekspresi pribadi yang diciptakan khusus hanya untuk dinikmati artistik dan estetiknya untuk mencapai kepuasan bathin. Ube tidak merisaukan bagaimana jika seandainya. Ube hanya ingin berkarya, biarlah nanti masyarakat sendiri yang akan menilainya.
Di kalangan orang-orang yang mengenalnya, Ube alias Dwi Wicaksono Suryasumirat adalah pribadi hangat yang suka bercanda, nyeleneh cenderung liar, eksentrik yang mengarah pada norak dan terkadang kekanak-kanakan, namun berani dan yakin pada dirinya. Karakteristik inilah yang kemudian merefleksi begitu kuat dalam karya-karyanya, yang secara sepintas terkesan seperti garis tangan anak-anak. Seolah Ube ingin mengatakan bahwa ia masih enggan melepas masa kanak-kanaknya, dan kita diajak bermain memasukinya.
Bermain, sebuah kata yang nyaris terabaikan dalam hidup keseharian kita. Manusia perkotaan jaman sekarang terlalu sibuk dengan pergulatan mempertahankan hidup, mempertahankan eksistensi, dan berbagai tetek bengek urusan pekerjaan yang membuat kita kerap mengerutkan kening. Pameran ini sekaligus juga merupakan sebuah perayaan dari semangat bebas bermain. Sebuah wahana relaksasi, sebuah eskapisme temporer dari berbagai ketegangan hidup sehari-hari. Karena seni juga memiliki fungsi katarsis, sebagai pelepasan beban, baik untuk kreatornya maupun untuk para penikmatnya.
Kata NOL juga disimbolkan dengan bentuk lingkaran, seperti menyiratkan bahwa hidup adalah juga serangkaian proses yang membentuk siklus tanpa henti. Demikian pula halnya dengan Ube. Ube yang sekarang bukanlah hasil akhir. Ube yang sekarang hanyalah salah satu titik pemberhentian dari serangkaian proses yang harus ia jalani selama ia menggeluti seni dan menapaki hidup ini. Dan kita percaya bahwa Ube akan terus berproses sampai akhirnya ia kembali ke titik nol. Berangkat dari ketiadaan dan akan kembali pada ketiadaan.
Buat Ube, selamat berpameran. Welcome to the jungle!
Prijanto Hardjotaruno
Start Time: February, 4 2010 at 6:45 pm
End Time: February, 26 2010 at 9:00 pm
Location: Tembi Rumah Budaya
Address: Jl. Gandaria I/47B. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Phone: 021 72032056, 021 7253410
[Translate]