<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ArtTitudes</title>
	<atom:link href="http://arttitudes.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arttitudes.org</link>
	<description>Indonesia Contemporary Art</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 07:17:40 +0000</lastBuildDate>
	
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>The Outcome is Unforeseen</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/the-outcome-is-unforeseen.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/the-outcome-is-unforeseen.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 07:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Exhibition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[Pippin Frisbie-Calder adalah seorang seniman wanita Amerika Serikat yang sejak 2009 berada di Jogjakarta mengikuti pertukaran mahasiswa yang diselenggarakan oleh Darmasiswa. Pippin, seorang lulusan Design Grafisdi Rhode Island, aktif berpartisipasi dalam beberapa acara budaya Jogjakarta seperti Jogja Wall Nation (2009), Mural Painting UNY Clothing Festival (2010) dan Jogja Jamming Biennale Jogja X (2010).
Menjelang kepulangannya ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1512" href="http://arttitudes.org/exhibition/the-outcome-is-unforeseen.html/attachment/the-outcome-is-unforeseen"><img class="alignleft size-full wp-image-1512" title="The Outcome is Unforeseen" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/The-Outcome-is-Unforeseen.jpg" alt="" width="200" height="266" /></a>Pippin Frisbie-Calder adalah seorang seniman wanita Amerika Serikat yang sejak 2009 berada di Jogjakarta mengikuti pertukaran mahasiswa yang diselenggarakan oleh Darmasiswa. Pippin, seorang lulusan Design Grafisdi Rhode Island, aktif berpartisipasi dalam beberapa acara budaya Jogjakarta seperti Jogja Wall Nation (2009), Mural Painting UNY Clothing Festival (2010) dan Jogja Jamming Biennale Jogja X (2010).</p>
<p>Menjelang kepulangannya ke Amerika Serikat, Pippin berkolaborasi<span id="more-1511"></span> dengan beberapa komposer kontemporer Indonesia, mengadakan pameran berjudul „The Outcome is Unforeseen“ yang terinspirasi oleh John Cage dan kutipan “An experimental action is the outcome of which is unforeseen”.</p>
<p>Dalam pameran kali ini, Pippin terilhami oleh musik-musik karya I Wayan Gde Yudana, Diecky Indra Praga, Patrick Hartano, Y. Subomo, dan Christauto Atmaja. Di sini, Pippin merubah alunan musik dari kelima komposer kontemporer tersebut menjadi karya-karya seni rupa. Dalam karya-karyanya, Pippin sangat terpengaruh oleh mood musik yang menginspirasinya. Seperti dalam kombinasi ritme “Saat” yang cepat dan diam yang mengikuti irama musik menciptakan fusi hitam dalam lukisannya.</p>
<p>Dalam karyanya, Pippin menggambarkan manusia sebagai komposer. Manusia dipresentasikan sebagai patung di antara pemandangan alam. Imajinasi yang tak terbatas juga terpancar menjadi “makhluk lain”, seperti dalam “Croaking” dan “La Significan”</p>
<p>Proses penciptaan karya ini menjadi sebuah cerita dengan berbagai arti. &#8220;The Outcome is Unforeseen&#8221; bertujuan untuk memberikan pengalaman dalam aksi, judul, dan pertanyaan atas imaji dan musik. Setiap bagian dikembangkan untuk dapat berdiri sendiri sebagai hasil kreasi Pippin, yang kemudian dapat juga menyatu dengan musik.</p>
<p>Art Music Today mempersembahkan hasil dari sebuah kolaborasi antara lima komposer kontemporer Indonesia dengan seorang artis seni rupa</p>
<p>The Outcome is Unforeseen<br /> Tempat: ViaVia Café<br /> Jalan Prawirotaman 30<br /> Rabu, 10 Maret 2010<br /> 19.30</p>
<p>Komposer:<br /> 1. I Wayan Gde Yudana<br /> 2. Diecky Indra Praga<br /> 3. Patrick Hartano<br /> 4. Y. Subomo<br /> 5. Christauto Atmaja</p>
<p>Printmaker: Pippin Frisbie-Calder (USA)</p>
<p>Penampilan oleh:<br /> Gatot D. Sulistiyanto<br /> Yoyo Jewe dan Clara Cazallas (Spanyol) dan Pippin Frisbie-Calder (USA)<br /> Andri Topo dan Aning Purwaranti<br /> Improvisasi Ensamble</p>
<p>Komposisi judul di sebelah kiri adalah hasil karya komposer sebelah kanan adalah judul karya yang mewakili<br /> 1. “Croaking” “Garis Padi”<br /> 2. “La Significan Cent” “Mengembara Pertumbuhan”<br /> 3. “Underneath the Sea” “hantu laut”<br /> 4. “Saat” “kota grafis spectrum”<br /> 5. “relic (Iron)” “bangun malam”</p>
<p>Start Time: Wednesday, March 10, 2010 at 7:30pm<br /> End Time: Monday, March 15, 2010 at 11:00pm<br /> Venue: ViaVia Cafe<br /> Address: Jl. Prawirotaman 30, Yogyakarta, Indonesia</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fthe-outcome-is-unforeseen.html&amp;linkname=The%20Outcome%20is%20Unforeseen">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/the-outcome-is-unforeseen.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adopt! Adapt!</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/adopt-adapt.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/adopt-adapt.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 07:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[tujuh bintang art space]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1509</guid>
		<description><![CDATA[[ March 17, 2010; 7:30 pm; ] Curated by Kuss Indarto Praktik berkesenian bagi banyak kalangan perupa di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, telah masuk dalam babakan dimana teknologi memiliki peran yang teramat penting. Pertama, teknologi menjadi perangkat utama dalam penciptaan karya, sehingga dari sanalah muasal karya yang dihasilkan itu berasal. Pada seniman jenis ini, kedudukan teknologi dalam kaitan dengan proses kreatifnya menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1510" href="http://arttitudes.org/exhibition/adopt-adapt.html/attachment/adoptadopt"><img class="alignleft size-full wp-image-1510" title="Adopt!Adopt!" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/AdoptAdopt.jpg" alt="" width="200" height="266" /></a>Curated by Kuss Indarto</p>
<p>Praktik berkesenian bagi banyak kalangan perupa di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, telah masuk dalam babakan dimana teknologi memiliki peran yang teramat penting.</p>
<p>Pertama, teknologi menjadi perangkat utama dalam penciptaan karya, sehingga dari sanalah muasal karya yang dihasilkan itu berasal. Pada seniman jenis ini, kedudukan teknologi dalam kaitan dengan proses kreatifnya <span id="more-1509"></span>menjadi ideologis karena mendasarkan (nyaris) seluruh berkaryanya dengan bantuan perangkat teknologi.</p>
<p>Kedua, teknologi sebagai perangkat pembantu dalam proses kreatif. Di sini para perupa mencoba mengembangkan kecenderungan kreatif yang selama ini telah dilakoninya, dan memasukkan peran perangkat teknologi sebagai salah satu bagian dalam proses berkreasi. Teknologi sebagai alat bantu untuk mendukung dalam menajamkan tema yang telah jadi pilihannya. Namun teknologi bukan segala-segalanya bagi perupa semacam ini. Kemampuan seniman untuk beradaptasi atau menyesuaikan atau menyelaraskan (to adapt) dengan kebaruan-kebaruan teknologi yang ada di lingkungannya.</p>
<p>Di sisi lain, saat ini publik sulit sekali membuat identifikasi personal atau komunal untuk melihat sebuah karya seni rupa. Misalnya, karya seniman yang berasal dari Yogyakarta, bisa sangat jauh dari “identitas keyogyaan/kejawaannya”. Begitu juga dengan karya perupa dari Ranah Minang bisa tak beda jauh “identitas visualnya” dari karya seniman Eropa.</p>
<p>Gejala ini mengemuka dimana-mana, dan menjadi bagian penting dari kerja kreatif seniman yang imajinasinya tidak seutuhnya didukung dan bersumber dari ide-ide lokal. Lokalitas terkadang seperti diingkari secara visual, meski secara konseptual hal ini masih belum beranjak jauh. Gejala ini saya kira dapat ditengarai sebagai sebuah cara seniman dalam bersiasat untuk memperbarui dunia gagasan dan implementasinya di medan kreatifnya, di atas kanvasnya. Saya kira gejala mengadopsi atau memungut (to adopt) ini banyak muncul pada lukisan-lukisan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Aspek yang menarik dalam pameran ini adalah proses mengadaptasi (gejala kemajuan teknologi) dan mengadopsi (gejala visual yang melampaui problem lokalitas). Ikon-ikon visual yang berangkat dari problem kebudayaan lokal bisa lebih jauh digali dan dikembangkan, untuk kemudian bisa dikerangkai sebagai “lintas lokal”, “lintas geografis”, “lintas etnik”, dan seterusnya, Istilah “lintas lokal” dan sejenisnya ini untuk menunjukkan bahwa problem kelokalan bisa menjadi titik pijak untuk lalu diperluas cakupannya sehingga melampaui problem lokalitas yang dirasa sempit.</p>
<p>Artist<br /> Agung Tato | Amrianis | Bambang “BP” Prasetyo | Dadang Imawan | Hadi Soesanto | Ekwan | I Nyoman Agus Wijaya | Iwan Sri Hartoko | Martono | M Sinnie | Mujiharjo | Nur khamim | Nico Siswanto | Rocka Radipa | Tato Kastareja | Totok Buchori | Yudi Sulistyo | Yoyok Sahaja | Wilman Syahnur | Yuli Kodo | Danny Ardiyanto | Klowor | Bonny setiawan</p>
<p>Will be officiated by: dr. Tjahyo Sumirat<br /> Music : Jasmine Akustik</p>
<p>Start Time: Wednesday, March 17, 2010 at 7:30pm<br /> End Time: Saturday, March 27, 2010 at 8:00pm<br /> Venue: Tujuh Bintang Art Space<br /> Address: Jl Sukonandi 7 Yogyakarta, Indonesia</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fadopt-adapt.html&amp;linkname=Adopt%21%20Adapt%21">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/adopt-adapt.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saling Menatap</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/saling-menatap.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/saling-menatap.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 07:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[desiree harahap]]></category>
		<category><![CDATA[galeri nasional]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[marcela taboada]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[[ March 9, 2010; 6:30 pm; ] Pameran "Saling Menatap" ini mengetengahkan dua photografer, Marcela Taboada dari Mexico menyuguhkan jepretan keseharian culture budaya di Indonesia.Fotografer lulusan BA Graphic Arts and Design University of Las Americas, Puebla selama di Indonesia telah menyusuri Kudus, Colomadu, Sukoharjo, Jakarta, Yogjakarta, Padang, Bali dengan hasil bidikan yang sangat indah dalam warna hitam putih dapat Anda nikmati dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1508" href="http://arttitudes.org/exhibition/saling-menatap.html/attachment/saling-menatap"><img class="alignleft size-full wp-image-1508" title="Saling Menatap" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/Saling-Menatap.jpg" alt="" width="200" height="234" /></a>Pameran &#8220;Saling Menatap&#8221; ini mengetengahkan dua photografer, Marcela Taboada dari Mexico menyuguhkan jepretan keseharian culture budaya di Indonesia.Fotografer lulusan BA Graphic Arts and Design University of Las Americas, Puebla selama di Indonesia telah menyusuri Kudus, Colomadu, Sukoharjo, Jakarta, Yogjakarta, Padang, Bali dengan hasil bidikan yang sangat indah dalam warna hitam putih <span id="more-1507"></span>dapat Anda nikmati dalam pameran ini. Sedangkan Ibu Desiree Harahap adalah profesional photografer dengan segudang pengalaman mendokumentasikan karakter budaya Mexico yang banyak diwarnai dengan festival-festival. Materi pameran foto ini dikatagorikan dalam festives, women, children and family, the Cities, Rural Areas.</p>
<p>Start Time: Tuesday, March 9, 2010 at 7:30pm<br /> End Time: Sunday, March 28, 2010 at 10:30pm<br /> Venue: Gedung B, Galeri Nasional Indonesia<br /> Address: Jl. Medan Merdeka Timur 14 Jakarta 10110</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fsaling-menatap.html&amp;linkname=Saling%20Menatap">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/saling-menatap.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dimensi Warna</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/dimensi-warna.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/dimensi-warna.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 07:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[ezter tari]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[santra putra gallery]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[ubud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1503</guid>
		<description><![CDATA[[ March 22, 2010; 4:30 pm; ] “DIMENSI WARNA” by Hungarian artist Eszter Tari The exhibition will be inaugurated in the presence of H. E. Szilveszter Bus, Ambassador of the Republic of Hungary to Indonesia Start Time: Monday, March 22, 2010 at 4:30pm - 6:30pm End Time: March 27, 2010 Venue: Santra Putra Gallery Address: Penestanan Kaja, Ubud, Indonesia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1505" href="http://arttitudes.org/exhibition/dimensi-warna.html/attachment/dimensi-warna-2"><img class="alignleft size-full wp-image-1505" title="Dimensi Warna" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/Dimensi-Warna1.jpg" alt="" width="200" height="197" /></a>“DIMENSI WARNA”<br /> by Hungarian artist Eszter Tari</p>
<p>The exhibition will be inaugurated in the presence of<br /> H. E. Szilveszter Bus, Ambassador of the Republic of Hungary to Indonesia<span id="more-1503"></span></p>
<p>Start Time: Monday, March 22, 2010 at 4:30pm &#8211; 6:30pm<br /> End Time: March 27, 2010<br /> Venue: Santra Putra Gallery<br /> Address: Penestanan Kaja, Ubud, Indonesia</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fdimensi-warna.html&amp;linkname=Dimensi%20Warna">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/dimensi-warna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>G-Spot</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/g-spot.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/g-spot.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 06:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[ars longa]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[[ March 12, 2010; 5:00 pm; ] An Exhibition of Photography Start Time: Friday, March 12, 2010 at 5:00pm End Time: Sunday, March 14, 2010 at 9:00pm Venue: Ars Longa ( Ruang Seni ) Address: Jl. Mantrigawen Lor no. 11]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1501" href="http://arttitudes.org/exhibition/g-spot.html/attachment/g-spot"><img class="alignleft size-full wp-image-1501" title="G-Spot" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/G-Spot.jpg" alt="" width="200" height="283" /></a>An Exhibition of Photography</p>
<p>Start Time: Friday, March 12, 2010 at 5:00pm<br /> End Time: Sunday, March 14, 2010 at 9:00pm<br /> Venue: Ars Longa ( Ruang Seni )<br /> Address: Jl. Mantrigawen Lor no. 11</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fg-spot.html&amp;linkname=G-Spot">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/g-spot.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Final Judgement</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/the-final-judgement.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/the-final-judgement.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 06:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[book launching]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[menteng art space]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[ronald manullang]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[umahseni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1498</guid>
		<description><![CDATA[[ March 6, 2010; 4:00 pm; ] THE FINAL JUDGEMENT by Ronald Manullang a complete series exhibition and book launching Curated by Rifky Effendy Officiated by: Mr. Syakieb Sungkar Hosted by: Mr. Djaja Mulia, Ms. Rachel Ibrahim, and Ms. Helen Koeswoyo Start Time:	Saturday, March 6, 2010 at 4:00pm End Time: Saturday, March 20, 2010 at 7:00pm Venue: umahseni@MentengArtSpace Address: Jl Suwiryo 11-Menteng, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1499" href="http://arttitudes.org/exhibition/the-final-judgement.html/attachment/the-final-judgement"><img class="alignleft size-full wp-image-1499" title="The Final Judgement" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/The-Final-Judgement.jpg" alt="" width="200" height="269" /></a>THE FINAL JUDGEMENT<br /> by Ronald Manullang<br /> a complete series exhibition and book launching<br /> Curated by Rifky Effendy</p>
<p>Officiated by: Mr. Syakieb Sungkar<br /> Hosted by: Mr. Djaja Mulia, Ms. Rachel Ibrahim, and Ms. Helen Koeswoyo</p>
<p>Start Time:	Saturday, March 6, 2010 at 4:00pm<br /> End Time: Saturday, March 20, 2010 at 7:00pm<br /> Venue: umahseni@MentengArtSpace<br /> Address: Jl Suwiryo 11-Menteng, Jakarta Pusat</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fthe-final-judgement.html&amp;linkname=The%20Final%20Judgement">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/the-final-judgement.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prive</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/prive.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/prive.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 06:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[vivi yip art room]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1496</guid>
		<description><![CDATA[[ March 6, 2010; 5:00 pm; ] Seni dalam kecenderungan mutakhirnya telah berkelindan erat dengan dunia di luar seni itu sendiri. Persoalan “apa itu seni” telah tergantikan dengan “apa yang bisa kita bicarakan melalui seni”. Seni bisa menemukan kembali posisinya dalam masyarakat setelah seni modern membuatnya terbang tinggi meninggalkan dunia sekitarnya. Hal ini membuka peluang seluas-luasnya men-dayagunakan seni sebagai perangkat yang terintegrasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1497" href="http://arttitudes.org/exhibition/prive.html/attachment/prive"><img class="alignleft size-full wp-image-1497" title="Prive" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/Prive.jpg" alt="" width="200" height="283" /></a>Seni dalam kecenderungan mutakhirnya telah berkelindan erat dengan dunia di luar seni itu sendiri. Persoalan “apa itu seni” telah tergantikan dengan “apa yang bisa kita bicarakan melalui seni”. Seni bisa menemukan kembali posisinya dalam masyarakat setelah seni modern membuatnya terbang tinggi meninggalkan dunia sekitarnya. Hal ini membuka peluang seluas-luasnya men-dayagunakan seni sebagai perangkat yang terintegrasi dengan masyarakatnya, mengabdikan dirinya bagi masyarakat. Anggapan yang wajar jika melihat seni sebagai sarana pengingat, refleksi, <span id="more-1496"></span>maupun penjaga nilai. Atas kesadaran inilah kelompok kami mengikatkan diri pada kecenderungan berkarya yang membaca masyarakat (perkotaan) dengan segala tingkah polahnya.</p>
<p>Menjadi sebuah proses yang nyaris alami saat kami melihat kehidupan urban sebagai sesuatu yang sangat appealing, terlepas dari baik-buruknya kenyataan di dalamnya. Hingga akhirnya kami mengangkat tema seputar fake, envy, unfulfilled desire pada pameran ini tidak terlepas pada usaha kami dalam membaca persoalan-persoalan yang hadir dalam masyarakat itu sendiri.</p>
<p>Masyarakat urban, masyarakat kapital, atau apapun juga penamaannya dekat dengan mekanisme yang menggiring anggota di dalamnya ke dalam pusaran pemuasan hasrat tanpa henti. Mekanisme yang diatur oleh pihak-pihak dengan kekuatan modal, yang meninggalkan “pihak awam” dalam ketidaktahuan yang membuat mereka seakan-akan semua mekanisme itu suatu hal yang alami. Semua orang berlomba-lomba mengkoleksi benda-benda dengan nilai “tinggi” demi memompa apa yang kita sebut ‘prestise’, vanity, sebelum disadari betapa besarnya kemungkinan eksploitasi oleh pihak-pihak dengan kekuatan modal dan kekuatan politik terhadap diri mereka.</p>
<p>Melalui karya-karya yang kami pamerkan, terlacak jejak pembacaan dan pemaknaan pada fenomena sosial ini. Setiap karya memiliki muatan maupun intensitas yang beragam, namun berangkat dari sebuah pemahaman bersama pada fenomena tersebut. Karya-karya ini bisa memberikan beragam perspektif pemaknaan, terutama melalui beragamnya media di dalamnya mengingat latar belakang kelompok kami yang berasal dari berbagai jurusan, baik seni maupun desain.</p>
<p>Dengan demikian pula, pola pengkaryaan pun niscaya beragam. Kecenderung pembacaan, pemaknaan, maupun pemilihan media, material menjadi sangat berpijak pada pemahaman personal, khususnya pada pemilihan media yang digeluti dengan intens oleh masing-masing anggotanya. Karya-karya trimatra seperti pada karya Willy, Saraswati, Fryza, Karisma, maupun Dhana kendati sama-sama memiliki bentuk konkret 3-dimensi namun bisa terlihat berbagai perbedaan pendekatan diantaranya. Latar belakang seni patung pada Willy membawanya dalam kecenderungan pengkaryaan patung yang mengutamakan pemahaman pada bentuk dan ruang, serta teks dan konteksnya. Sedangkan latar belakang desain produk pada Saraswati, Fryza, Karisma, dan Dana membentuk pemahaman mereka pada kekuatan semantik dari sebuah objek atau produk. Stilasi bentuk berlian pada karya Saraswati, permainan nirmana melalui objek peniti pada karya Karisma, narasi pada cincin-cincin Fryza, dan permainan skala pada objek asbak Dhana memperlihatkan bagaimana faktor fungsi dan semantik pada sebuah objek atau produk dapat dieksplorasi sedemikian rupa untuk mencapai sebuah pemaknaan baru.</p>
<p>Begitu pula pada karya-karya dwimatra dari Charda, Satria, Theo, Wastu, Sutra, Wulan, Dimas, Arief, dan Nassya. Masing-masing memperlihatkan jejak bidang yang mereka geluti di akademi. Fotografi Charda dan cetak saring Satria memperlihatkan latar belakang mereka yaitu seni grafis. Begitu juga dengan Theo dan Wastu yang menggeluti seni lukis. Teknik-teknik eksplorasi serat dan tekstil pada karya yarn-painting Sutra dan shredding on canvas pada karya Wulan serta gambar-gambar kerja dan penggunaan material akrilik pada karya Dimas, Arief, dan Nassya juga memperlihatkan kentalnya pengaruh kriya tekstil dan desain interior.</p>
<p>Perkembangan seni selain membuka peluang dalam pembacaan fenomena-fenomena budaya dan masyarakat, juga membuka peluang dalam meleburnya batas-batas antara benda fungsi dan benda seni. Hal ini memperlihatkan hadirnya kebebasan sebagai tanda perubahan yang menyertai zaman ini. Walau demikian, perihal seni sebagai praktek pemaknaan yang menjadi bagian dari usaha manusia untuk terus meningkatkan derajatnya tentu sulit lepas dari pola-pola produksi dan konsumsi yang sejalan dengan pola kapitalisme mutakhir. Hal yang ironisnya dibeberapa sisi dapat mendistorsi nilai seni, yang selain mencakup nilai ekonomi semestinya juga mencakup nilai simbolik. Inilah sebuah fenomena, sebuah keadaan. Bagaimana seni, melalui caranya sendiri memperlihatkan hal itu sejernih mungkin untuk kemudian menyadarkan dan menggerakkan tentu bisa menjadi sebuah impian yang sesuai bagi sebuah pencapaian.</p>
<p>Bandung, 19 feb 2010</p>
<p>Start Time: Saturday, March 6, 2010 at 5:00pm<br /> End Time: Tuesday, March 30, 2010 at 7:00pm<br /> Venue: viviyipartroom 2<br /> Address: Annexe Marketing Gallery Ciputra World , Jln.Prof.Satrio Kav 11 Casablanca , Jakarta Selatan 12930</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fprive.html&amp;linkname=Prive">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/prive.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dialetic of Beauty</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/dialetic-of-beauty.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/dialetic-of-beauty.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 06:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[bambang asrini widjanarko]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[irwan widjayanto]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[phthalo gallery]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[watercolor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1494</guid>
		<description><![CDATA[[ March 25, 2010; 7:30 pm; ] Watercolor Solo Exhibition by Irwan Widjayanto Curated By Bambang Asrini W Start Time:	 Thursday, March 25, 2010 at 7:30pm End Time:	Sunday, April 25, 2010 at 6:00pm Venue: Phthalo Gallery Address: Jl. Kemang Selatan 8 No.C4 Jakarta]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1495" href="http://arttitudes.org/exhibition/dialetic-of-beauty.html/attachment/dialetic-of-beauty"><img class="alignleft size-full wp-image-1495" title="Dialetic of Beauty" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/Dialetic-of-Beauty.jpg" alt="" width="200" height="283" /></a>Watercolor Solo Exhibition by Irwan Widjayanto</p>
<p>Curated By Bambang Asrini W</p>
<p>Start Time:	 Thursday, March 25, 2010 at 7:30pm<br /> End Time:	Sunday, April 25, 2010 at 6:00pm<br /> Venue: Phthalo Gallery<br /> Address: Jl. Kemang Selatan 8 No.C4 Jakarta</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fdialetic-of-beauty.html&amp;linkname=Dialetic%20of%20Beauty">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/dialetic-of-beauty.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Let&#8217;s Bounce</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/lets-bounce.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/lets-bounce.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 05:59:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[china]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta art district]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1491</guid>
		<description><![CDATA[[ March 10, 2010; 7:00 pm; ] Indonesia Artists : Agung Fitriana, Arkiv Vilmansa, Edo Pillu, Fery Widiantoro, Heischel Manuel, Irfan Winoto Dechan, Jabbar Muhammad, Nahyu R.F., Panca DZ, Putriani Mulyadi, S.A. Garibaldi. China Artists : He Wei, Zhang Yiming, Liu Wentao, Li Rui, Shi Jianmin, Zhao Bo, Zhang Jinxi. Korea Artist : Do Byung Kyu. Start Time: Wednesday, March 10, 2010 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1492" href="http://arttitudes.org/exhibition/lets-bounce.html/attachment/lets-bounce"><img class="alignleft size-full wp-image-1492" title="Let's Bounce" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/Lets-Bounce.jpg" alt="" width="200" height="240" /></a>Indonesia Artists :<br /> Agung Fitriana, Arkiv Vilmansa, Edo Pillu, Fery Widiantoro, Heischel Manuel, Irfan Winoto Dechan, Jabbar Muhammad, Nahyu R.F., Panca DZ, Putriani Mulyadi, S.A. Garibaldi.<br /> China Artists :<br /> He Wei, Zhang Yiming, Liu Wentao, Li Rui, Shi Jianmin, Zhao Bo, Zhang Jinxi.<br /> Korea Artist :<br /> Do Byung Kyu.</p>
<p>Start Time: Wednesday, March 10, 2010 at 7:00pm<br /> End Time: Sunday, March 21, 2010 at 10:00pm<br /> Venue: Jakarta Art District &#8211; East Mall &#8211; Lower Ground</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Flets-bounce.html&amp;linkname=Let%26%238217%3Bs%20Bounce">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/lets-bounce.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Return to The Abstraction</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/return-to-the-abstraction.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/return-to-the-abstraction.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 05:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Discussion - Workshop - Screening]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[abstract]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[i wayan seriyoga partha]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[tonyraka art gallery]]></category>
		<category><![CDATA[ubud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1485</guid>
		<description><![CDATA[[ March 18, 2010; 7:00 pm; 7:00 pm; March 21, 2010; 3:00 pm; 3:00 pm; ] Curated by I Wayan Seriyoga Parta Kesadaran para seniman Bali akan ruang dan komposisi sangat lekat dari karya-karya tradisi atau pra modern hingga saat ini. Jika umumnya dalam karya tradisi kesadaran itu bersifat sub conscious (bawah sadar) terjewantahkan secara langsung dalam gerak aktivitas kesenian yang mereka laksanakan. Umumnya ruang dan komposisi bersifat simbolik dalam artian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1486" href="http://arttitudes.org/exhibition/return-to-the-abstraction.html/attachment/return-to-the-abstraction"><img class="alignleft size-full wp-image-1486" title="Return to The Abstraction" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/Return-to-The-Abstraction.jpg" alt="" width="200" height="67" /></a>Curated by I Wayan Seriyoga Parta</p>
<p>Kesadaran para seniman Bali akan ruang dan komposisi sangat lekat dari karya-karya tradisi atau pra modern hingga saat ini. Jika umumnya dalam karya tradisi kesadaran itu bersifat sub conscious (bawah sadar) terjewantahkan secara langsung dalam gerak aktivitas kesenian yang mereka laksanakan. Umumnya ruang dan komposisi bersifat simbolik dalam artian memiliki nilai, hal ini bersifat otomatis dan kerap tidak disadari.<span id="more-1485"></span></p>
<p>Kedasaran ini terasa kuat dalam karya-karya seniman Bali yang melukis secara abstraksi, mereka tumbuh dari ranah akademis dimana mereka diperkenalkan dengan kaidah-kaidah formal dan estetika seni rupa modern. Seperti halnya dalam perkembangan seni modern Indonesia prinsip-prinsip modernisme tersebut tidak dianut sebagai ideologi, apalagi ideologi seni rupa yang berujung pada formalisme seperti di Barat. Spirit inilah yang mendasari perkembangan seni lukis yang melakukan abstraksi bentuk yang berkembang di Bali sejak tahun 1980-1990an yang menyerap spirit penggalian esensi seni modern. Akan tetapi tidak secara penuh menyerap prinsip avant garde, sehingga menjadikan karya-karya abtraksi ini justru sarat dengan muatan-muatan kultural dan spiritual. Presentasi karya-karya mereka menghadirkan nilai-nilai simbolik, dan juga metafora.</p>
<p>Dan ketika seni rupa kontemporer merayakan kecenderungan representasi realitas serta meninggalkan upaya dalam mencari yang esensi, karya-karya abstraksi masih dengan setia digeluti oleh beberapa seniman Bali khususnya. Pertanyaanya adalah, kenapa hal ini terjadi? Asumsi saya; sesungguhnya bawah sadar seniman Bali kesadaran akan ruang terus diwarisi bahkan dalam generasi seniman kontemporer sekalipun, ini yang memunculkan kekhasan karya-karya abstraksi dari seniman Bali. Dan sangat sulit mereka ejawantahkan ke dalam karya-karya representatif (realisme). Jadi singkatnya ada geneologi didalam perkembangan dan struktur ruang dalam karya-karya seniman Bali kontemporer yang menekuni abstraksi serta masih dapat ditelusuri jejaknya dari karya-karya sebelumnya. Melalui pameran ini konsep dan pemikiran pada seni lukis abstraksi Bali akan coba ditelusuri.</p>
<p>Artists: I Nyoman Erawan,  I Wayan Darmika, I Made Wiradana, I Ketut Tenang, Gusti Alit Cakra, I Ketut Susena, I Made Sumadiyasa, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Sujana “Suklu”, I Nyoman Sujana “Kenyem”, I Made Supena, Putu Sudiana “Bonus”, I Made Wiguna Palasara, I Made Budi Adnyana, I Ketut Teja Astawa, I Made Galung Wiratmaja, I Made Dyanna, I Made Suarimbawa “Dalbo”, I Wayan Setem, I Made Uuk Paramita, I Kadek Susila Dwiyana, I Putu Suardana“Vijie”, Willy Himawan, Rio Saren</p>
<p>Start Time: Thursday, March 18, 2010 at 7:00pm<br /> End Time: Friday, April 9, 2010 at 10:00pm<br /> Venue:Tonyraka Art Gallery<br /> Address: Jl. Raya Mas No. 86, Mas, Ubud, Bali</p>
<p>Diskusi kurator dan artists tallk, dengan tema:<br /> Kesimbungan seni abstraksi Bali<br /> Tanggal 21 Maret 2010, 15.00 WITA</p>
<p>Pembicara:<br /> Kurator dan Para Seniman</p>
<p>Penanggap:<br /> &#8211; Jean Coeteau<br /> &#8211; Hardiman</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Freturn-to-the-abstraction.html&amp;linkname=Return%20to%20The%20Abstraction">Share/Save</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/return-to-the-abstraction.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->