<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ArtTitudes &#187; 2010</title>
	<atom:link href="http://arttitudes.org/tag/2010/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arttitudes.org</link>
	<description>Indonesia Contemporary Art</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 03:53:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>FLOWERS FROM YUNIZAR: Jogja Pchychedelia</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/flowers-from-yunizar-jogja-pchychedelia.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/flowers-from-yunizar-jogja-pchychedelia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 03:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[aminuddin th siregar]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[gajah gallery]]></category>
		<category><![CDATA[galeri soemardja]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[yunizar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1888</guid>
		<description><![CDATA[Curated By Aminudin TH Siregar
Officiated by Dr. Oei Hong Djien &#8211; OHD Museum
Coorganized by Galeri Soemardja &#38; Gajah Gallery
Opening: July 30 at 7:00pm
Closing: August 31 at 4:00am
Venue: Galeri Soemardja
Address: Jl. Ganesa 10 Bandung, Indonesia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/FLOWERS-FROM-YUNIZAR-Jogja-Pchychedelia.jpg" rel="lightbox[1888]" title="FLOWERS FROM YUNIZAR Jogja Pchychedelia"><img class="alignleft size-full wp-image-1889" title="FLOWERS FROM YUNIZAR Jogja Pchychedelia" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/FLOWERS-FROM-YUNIZAR-Jogja-Pchychedelia.jpg" alt="" width="200" height="242" /></a>Curated By Aminudin TH Siregar</p>
<p>Officiated by Dr. Oei Hong Djien &#8211; OHD Museum<br />
Coorganized by Galeri Soemardja &amp; Gajah Gallery</p>
<p>Opening: July 30 at 7:00pm<br />
Closing: August 31 at 4:00am<br />
Venue: Galeri Soemardja<br />
Address: Jl. Ganesa 10 Bandung, Indonesia</p>
<!-- PHP 5.x --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fflowers-from-yunizar-jogja-pchychedelia.html&amp;linkname=FLOWERS%20FROM%20YUNIZAR%3A%20Jogja%20Pchychedelia">Share/Save</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/flowers-from-yunizar-jogja-pchychedelia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daphne Hurricane Anthem</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/daphne-hurricane-anthem.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/daphne-hurricane-anthem.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 03:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[fazar roma agung wibisono]]></category>
		<category><![CDATA[galeri srisasanti]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[DAPHNE HURRICANE ANTHEM
Karya 3 dimensi Fazar Roma Agung Wibisono
Patung ini diambil dari image dalam lukisan Daphne Descends, karya 2 (dua) dimensi tahun 2008, menggambarkan Narkoba (diwakili oleh bunga opium) merupakan perwujudan dari bidadari Daphne, peri pohon dalam mitologi Yunani. Daphne, peri yang lari dari kejaran Apollo, dan memohon untuk menjadi pohon, menjadi sosok peri pohon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/Daphne-Hurricane-Anthem.jpg" rel="lightbox[1886]" title="Daphne Hurricane Anthem"><img class="alignleft size-full wp-image-1887" title="Daphne Hurricane Anthem" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/Daphne-Hurricane-Anthem.jpg" alt="" width="200" height="267" /></a>DAPHNE HURRICANE ANTHEM<br />
Karya 3 dimensi Fazar Roma Agung Wibisono</p>
<p>Patung ini diambil dari image dalam lukisan Daphne Descends, karya 2 (dua) dimensi tahun 2008, menggambarkan Narkoba (diwakili oleh bunga opium) merupakan perwujudan dari bidadari Daphne, peri pohon dalam mitologi Yunani. Daphne, peri yang lari dari kejaran Apollo, dan memohon untuk menjadi pohon, menjadi sosok peri pohon opium yang dipuja para pemakainya. <span id="more-1886"></span>Ketergantungan dan pelarian para pengguna Narkoba kepada obat-obatan yang dipakainya, seolah pemujaan tanpa henti yang lepas kendali.</p>
<p>Sepasukan manusia (yang berniat berperang melawan Narkoba), menyerang sang peri pohon Daphne (representasi dari narkoba). Pasukan manusia mengendarai Naga –hewan dalam cerita rakyat China, yang terbuat dari daun singkong. Naga digunakan sebagai simbol dari ketetapan dan keteguhan hati. Sementara daun singkong adalah salah satu daun yang memiliki banyak manfaat bagi manusia bila memakannya; selain bisa pula diartikan sebagai simbol bagi rakyat kebanyakan.</p>
<p>Patung ini menggambarkan suasana pertempuran antara Daphne dengan pasukan manusia mengendarai Naga. Daphne digambarkan tampak buas dan menyerang pasukan manusia dengan liar, disertai sulur-sulur batang opiumnya yang berkeliaran. Sementara pasukan manusia yang naik di atas Naga mengepung Daphne dengan senjata yang siap digunakan. Daphne Hurricane Anthem adalah dramatisasi perjuangan manusia secara simbolik melawan peredaran dan penggunaan narkoba yang kelewat batas, serta pemujaan berlebih dari para penggunanya.</p>
<p>Opening: July 19 at 10:30am<br />
Closing: August 15 at 7:30pm<br />
Venue: Galeri Srisasanti<br />
Address: Ground Floor, Metro Corridor,Pacific Place Mall Jakarta</p>
<!-- PHP 5.x --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Fdaphne-hurricane-anthem.html&amp;linkname=Daphne%20Hurricane%20Anthem">Share/Save</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/daphne-hurricane-anthem.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ART ON POSKART</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/art-on-poskart.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/art-on-poskart.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 03:44:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[RURU gallery]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1885</guid>
		<description><![CDATA[[ July 25, 2010; 2:00 pm; ] Kurator: Ika Vantiani

Setelah berpameran selama dua minggu sejak 9 Juli 2010, kami kembali mengundang teman-teman untuk datang ke : 

Acara penutupan "Poskart Projekt – Art On Poskart"

Seniman yang terlibat dalam pameran ini, akan menjual karya postcard-nya dengan harga Rp.10.000; – Rp.500.000; 

Juga, akan ada teman-teman dari komunitas jadul yang akan menjual barang-barang pos antik mereka.

Serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kurator: Ika Vantiani</p>
<p>Setelah berpameran selama dua minggu sejak 9 Juli 2010, kami kembali mengundang teman-teman untuk datang ke : </p>
<p>Acara penutupan &#8220;Poskart Projekt – Art On Poskart&#8221;</p>
<p>Seniman yang terlibat dalam pameran ini, akan menjual karya postcard-nya dengan harga Rp.10.000; – Rp.500.000; </p>
<p>Juga, akan ada teman-teman dari komunitas jadul yang akan menjual barang-barang pos antik mereka.<span id="more-1885"></span></p>
<p>Serta tidak lupa kejutan dari Kantor Filateli Indonesia yang akan menyediakan layanan :</p>
<p>MEMBUAT PERANGKO PRISMA </p>
<p>Perangko Identitas Milik Anda<br />
Adalah perangko yang dapat menampilkan foto atau identitas lainnya (logo, produk, lambang perusahaan, tulisan/slogan bahkan tanda tangan atau apapun) yang dikehendaki oleh pemesan – dicetak di atas security paper sama halnya kertas berharga. Prangko Prisma dapat digunakan untuk berkirim surat, dapat dijadikan sebagai cinderamata untuk seseorang yang sangat istimewa, dan juga sebagai benda koleksi.</p>
<p>Harga dari Perangko Prisma ini juga terjangkau, dari Rp. 12.000; &#8211; Rp 45.000;</p>
<p>Syarat:<br />
- Pengunjung cukup membawa flashdisk berisi data .jpg<br />
- Sebaiknya data dipersiapkan dalam bentuk portrait (Vertikal). Dapat langsung dicetak dan dimiliki oleh pengunjung.</p>
<p>Pada hari penutupan ininpengunjung juga bisa langsung berikirim kartu pos, yang akan langsung dkirimkan ke alamat dituju.</p>
<p>Sampai jumpa <strong>hari Minggu, 25 Juli 2010 di RURU GALLERY jam 2 siang</strong></p>
<p>**********</p>
<p>ruangrupa mempersembahkan</p>
<p>A Poskart Projekt</p>
<p>ART ON POSKART</p>
<p>Kurator: Ika Vantiani</p>
<p>Pembukaan pameran :<br />
Jumat, 9 Juli 2010 jam 17.00 – selesai</p>
<p>dimeriahkan oleh:<br />
Luky Annash, Elevator Music, Rustique Kollektiv.</p>
<p>Pameran :<br />
10 – 25 Juli 2010 (setiap hari jam 11.00 – 21.00, kecuali hari Minggu tutup)</p>
<p>RURU Gallery<br />
ruangrupa<br />
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6, Jakarta Selatan 12820 – k<br />
t/f: +62 21 8304220<br />
e-mail: info@ruangrupa.org<br />
www.ruangrupa.org</p>
<p>“Kartu pos: kertas selembar yang bikin berdebar-debar, dan enak buat digambar-gambar”<br />
(Ika Vantiani)</p>
<p>RURU Gallery mengundang Ika Vantiani* untuk menjadi kurator sekaligus sebagai insiator dari sebuah project seni rupa tentang gagasan karya seni visual pada medium postcard (kartu pos). Project seni rupa ini mengundang seniman untuk membuat karya visual pada medium postcard dengan tema spesifik yaitu “ART ON POSKART”. Seniman diundang membuat karya postcard dengan visual yang menggunakan tehnik apa saja selama dikerjakan dengan medium postcard, yaitu; kolase, paintings, drawing, foto, “gambar-gambar curian”, dll. Namun juga tidak menutup kemungkinan lain bagi ide-ide gila dan kreativitas yang berlebihan, selama tetap dalam bentuk postcard. Karya nantinya bisa berupa sebuah seri ataupun bukan. </p>
<p>Ada sekitar 80 seniman yang tinggal di Jakarta akan turut-serta dalam project “Art On Poskart”, dan karya-karya postcard ini akan memenuhi ruang pamer RURU Gallery. </p>
<p>* Ika Vantiani, dikenal sebagai penulis, pembuat zine dan pendiri Peniti Pink Zine Initiatives – sebuah kolektif penggemar zine yang aktif mendistribusikan zine dan media-media alternatif sejenis. Selain itu, Ika juga banyak membuat karya seni yang berbasis pada produk hand made dan recycled. Salah satunya adalah dengan medium postcard. Buah karyanya bisa dilihat di: </p>
<p>www.vanillavain.blogspot.com<br />
www.geminiislikemonkey.blogspot.com</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/art-on-poskart.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EKSPLORASI</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/eksplorasi.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/eksplorasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 06:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[hanna art space]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[ubud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1881</guid>
		<description><![CDATA[[ July 24, 2010; 6:30 pm; ] Eksperimen dan eksplorasi yang menjadi nafas utama proses kretaif adalah landasan yang selayaknya tetap dipelihara dalam proses pembelajaran kesenian. Melalui jalan eksperimen dan eksplorasi, diharapkan para mahasiswa seni memperoleh sejumlah penemuan ide, konsep, wacana, dan kualitas estetis. 

Pameran ini diniatkan untuk menghadirkan sejumlah penemuan tersebut. Sebagaimana karya ilmiah misalnya, hasil eksperimen dan eksplorasi di studio [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eksperimen dan eksplorasi yang menjadi nafas utama proses kretaif adalah landasan yang selayaknya tetap dipelihara dalam proses pembelajaran kesenian. Melalui jalan eksperimen dan eksplorasi, diharapkan para mahasiswa seni memperoleh sejumlah penemuan ide, konsep, wacana, dan kualitas estetis. </p>
<p>Pameran ini diniatkan untuk menghadirkan sejumlah penemuan tersebut. Sebagaimana karya ilmiah misalnya, hasil eksperimen dan eksplorasi di studio seni adalah sejajar dengan temuan di laboratorium.<span id="more-1881"></span> Temuan ini, kemudian dihadapkan pada satu tuntutan akademik, yakni mempertanggungjawabkan hasil temuannya melalui publikasi dan seminar. Kelaziman yang tetap dipelihara dalam bidang seni, temuan ini dihadirkan dalam bentuk pameran dan diskusi atau seminar.<br />
Sejalan dengan karakteristik eksperimen dan eksplorasi, maka pameran akan mewadahi karya seni lukis yang telah memperlihatkan suatu temuan ide, konsep, wacana, dan kuatitas estetis. Tanda-tanda yang mudah dibaca dari karakter ini adalah penampakkan kedirian seorang seniman akademik. Dengan kata lain, karya yang dimaksug adalah karya terkini mahasiswa seni rupa. “Terkini” dalam konteks ini adalah penanda visual yang menyerap kecenderungan kontemporer atau kekinian.<br />
Pameran ini diberi tajuk eksplo[ra]si. Ada dua kata yang bisa dibaca dari teks ini. Pertama, “eksplorasi” yang artinya penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan dan setrusnya); penyelidikan; penjajakan; kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru. Kedua “eksplosi” yang artinya bunyi keras yang disebabkan oleh desakan keluar yang keras secara tiba-tiba; ledakan; atau letusan. Dengan kata lain, eksplo[ra]si mengandung makna sebagai penjelajahan dan ledakan. Secara sugesti, diharapkan pameran ini bisa memperlihatkan hasil penjelajahan estetis mahasiswa. Dan diharapkan menjadi ledakan bagi pertumbuhan jaringannya di kemudian hari</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Experiment and exploration that become major soul of creativity process are base which need to be preserved within the art study process. The art student is expected will gain numerous invention of idea, concept, theme and aesthetic quality through experiment and exploration.<br />
The intention of this exhibition is to present those inventions. In scientific for instant, result of experiments and exploration in art studio is equal to the laboratory invention, that will be confronted with academic demands, namely to account for those inventions through publication and seminars. It is a maintained prevalence in art that the inventions are exposed in exhibition, discussion and seminars.<br />
In line with the characteristics of experiment and exploration, the exhibition will accommodate art works that show an invention of ideas, concepts, discourses and aesthetic qualities. Signs which are readable from this character is a self appearance of academic artist. In other words, the work presented works are recent works of art students. &#8220;Recent&#8221; in this context is the visual marker that absorb the contemporary tendency or present day.</p>
<p>This exhibition entitled eksplo[ra]si. There are two words that can be read from this text. First, the &#8220;eksplorasi” means the exploration of the field with the aim of obtaining more knowledge (about the circumstances and so on); investigation; assessment; activities to gain new experience from the new situation. The second &#8220;eksplosi&#8221; which means loud noise caused by the sudden out loud insistence; boom, or explosion. In other words, eksplo[ra]si could mean exploration and explosion. By suggestion, this exhibition means to expose the artistic achievement of the students exploration and expected will become a booming to their network growth in the future.</p>
<p>Opening:Saturday, 24 July 2010 at 6:30 pm<br />
Closing: August 8 at 6:00pm<br />
Venue: Hanna Art Space<br />
Address: Jl. Raya Pengosekan Ubud &#8211; Bali</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/eksplorasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Little House and The Prayer</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/little-house-and-the-prayer.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/little-house-and-the-prayer.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 14:28:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[hendra hehe harsono]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[richard koh fine art]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1874</guid>
		<description><![CDATA[Opening: July 20, 2010 at 6:30pm
Closing: August 3 at 7:00pm
Venue: Richard Koh Fine Art
Address: Lot No. 2F-3, Level 2, Bangsar Village II Jalan Telawi 1, Bangsar Baru, 59100, Kuala Lumpur, Malaysia.
Kuala Lumpur, Malaysia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/Little-House-and-The-Prayer.jpg" rel="lightbox[1874]" title="Little House and The Prayer"><img class="alignleft size-full wp-image-1875" title="Little House and The Prayer" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/Little-House-and-The-Prayer.jpg" alt="" width="200" height="255" /></a>Opening: July 20, 2010 at 6:30pm<br />
Closing: August 3 at 7:00pm<br />
Venue: Richard Koh Fine Art<br />
Address: Lot No. 2F-3, Level 2, Bangsar Village II Jalan Telawi 1, Bangsar Baru, 59100, Kuala Lumpur, Malaysia.<br />
Kuala Lumpur, Malaysia</p>
<!-- PHP 5.x --><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Farttitudes.org%2Fexhibition%2Flittle-house-and-the-prayer.html&amp;linkname=Little%20House%20and%20The%20Prayer">Share/Save</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/little-house-and-the-prayer.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>deFACEment, solo exhibition by Teguh Ostenrik</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/defacement-solo-exhibition-by-teguh-ostenrik.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/defacement-solo-exhibition-by-teguh-ostenrik.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 14:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[chris kerrigan]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[teguh ostenrik]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1872</guid>
		<description><![CDATA[[ July 24, 2010; 7:30 pm; ] Teguh Ostenrik’s obsession with the face goes back to the beginning of his career, when he was studying in Germany in 1976. In the years of 1980-1981 Teguh had made a series of almost pure abstract expressionism and in 1983, Teguh returned to painting the face in his series, Mutants. This deformation of the face [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/deFACEment.jpg" rel="lightbox[1872]" title="deFACEment"><img class="alignleft size-full wp-image-1873" title="deFACEment" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/deFACEment.jpg" alt="" width="200" height="235" /></a>Teguh Ostenrik’s obsession with the face goes back to the beginning of his career, when he was studying in Germany in 1976. In the years of 1980-1981 Teguh had made a series of almost pure abstract expressionism and in 1983, Teguh returned to painting the face in his series, Mutants. This deformation of the face in Mutants was the basis for the Defacement series (2007-2010). Although the purpose of Mutants was to express a particular sentiment of the times, Teguh’s intent was more rudimentary with the recent works. <span id="more-1872"></span>It has more to do with simplifying the form, to change the view from representative to re-interpretative. The paintings don’t just depict the face in a two-dimensional rendition. Instead, they present a metaphysical deconstruction of the face that incorporates the features, emotions, movements and energy all at once.</p>
<p>Teguh’s sculptures take a slightly different approach to addressing the face. His method of construction is equally as free as with his paintings; however, the end result is more in the spirit of surrealism rather than abstract expressionism. The use of discarded machine parts in their original form gives an entirely new dimension to the works. Not only is Teguh abstracting the face, but also altering the meaning of the materials themselves</p>
<p>The Mutants have a clear collective identity; they are distraught and tattered. The characters in Defacement remain anonymous, and their tempers different in each piece. Does the cloudy layering of colors describe a person in passing, details blurred by motion? Perhaps the paintings depict an extended period of time, a translucent, multi-layered record of changing expressions. Teguh’s sculptures are solid and command their own existence as individuals, yet their abstracted features makes us wonder who exactly is being portrayed. It would seem that they don’t represent any one person in particular, nor are they meant to. In the anonymous faces it’s possible that we see someone we know, or even ourselves. We are left to project our own personal traits onto these faces and read into them our own emotions.</p>
<p>Teguh Ostenrik solo exhibition &#8220;deFACEment&#8221; will shows 19 paintings and 13 sculptures made from welded scrap metal.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Solo Exhibition by Teguh Ostenrik “deFACEment”<br />
Curator: Chris Kerrigan<br />
Opening Reception: Saturday, 24 July 2010, 7.30pm<br />
Officiated by: Sri Sultan Hamengku Buwono X<br />
Exhibition will held until 17 August 2010<br />
Tembi Contemporary<br />
Jl. Parangtritis Km 8,5 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta 55816</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/defacement-solo-exhibition-by-teguh-ostenrik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talkseries:   Iconography and Violence: The value of Historical Context in Copy Culture</title>
		<link>http://arttitudes.org/events/talkseries-iconography-and-violence-the-value-of-historical-context-in-copy-culture.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/events/talkseries-iconography-and-violence-the-value-of-historical-context-in-copy-culture.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 00:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[colin cahill]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1868</guid>
		<description><![CDATA[[ July 15, 2010; 4:00 pm; ] Colin Cahill adalah peneliti penerima Fullbright Fellowship Grant dari Philadelphia University, AS. Ia telah tinggal di Jogja selama hampir satu tahun untuk program pertukaran mahasiswa yang melakukan penelitian di Pusat Sejarah dan Etika Politik, Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta).

Menjelang akhir masa tinggalnya di Indonesia, Colin akan melakukan sebuah presentasi studi budaya visual, hasil dari pengamatan pribadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Colin Cahill adalah peneliti penerima Fullbright Fellowship Grant dari Philadelphia University, AS. Ia telah tinggal di Jogja selama hampir satu tahun untuk program pertukaran mahasiswa yang melakukan penelitian di Pusat Sejarah dan Etika Politik, Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta).</p>
<p>Menjelang akhir masa tinggalnya di Indonesia, Colin akan melakukan sebuah presentasi studi budaya visual, hasil dari pengamatan pribadi dan pengalaman kulturalnya secara personal di Jogja, yaitu tentang pandangannya akan penerapan ikonografi pada produksi-produksi budaya pop/keseharian<span id="more-1868"></span> seperti kaos dan desain grafis tertentu disini – yang secara khusus memakai ikon-ikon (yang baginya) subversif, seperti Adolf Hitler dan sejenisnya.</p>
<p>Sebagai seorang Amerika yang banyak bergaul dengan orang Amerika keturunan Yahudi, yang memiliki memori kolektif tertentu akan ikon seperti itu, Colin merasa sebuah fenomena tersendiri bagaimana ikon tersebut diterapkan dalam produk-produk tersebut disini, dengan pemaknaan dan penilaian yang sama sekali berbeda. Hal ini kemudian akan dibahas lagi olehnya secara lebih luas bagaimana ikon-ikon seperti ini diterapkan dalam berbagai sudut pandang kultural yang saling bertolak belakang, namun juga dengan pola-pola historis yang mungkin mirip. Ini juga sehubungan dengan budaya mengkopi (copy culture) yang berjalan begitu maraknya di dunia sekarang ini.</p>
<p>Ia juga berharap agar bisa membahasnya secara terbuka dalam diskusi setelah presentasinya. IVAA menjadi tuan rumah dalam presentasi-diskusi Colin ini, yang diadakan pada Jum’at, 15 Juli 2010, 16.00 – 17.30 WIB di Perpustakaan IVAA.</p>
<p>Materi Presentasinya bisa Anda peroleh <a href="http://www.ivaa-online.org/home/wp-content/files/Iconography-Teaser.pdf/" target="_blank">disini</a></p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/events/talkseries-iconography-and-violence-the-value-of-historical-context-in-copy-culture.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wall Street Arts</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/wall-street-arts.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/wall-street-arts.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 15:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[alia swastika]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[galeri salihara]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1864</guid>
		<description><![CDATA[[ July 10, 2010; 5:00 pm; ] Setelah sekian lama dianggap arus pinggiran dan bagian dari perlawanan, akhirnya seni jalanan (terjemahan bebas atas street art) menjadi arus utama dalam gerakan seni rupa global. Seniman-seniman jalanan telah diundang untuk turut berpartisipasi dalam berbagai pameran penting di institusi penting, seperti museum dan bienal/trienal internasional, serta dianggap sebagai seniman kontemporer dengan pengaruh yang kuat dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/Wall-Street-Arts.jpg" rel="lightbox[1864]" title="Wall Street Arts"><img class="alignleft" title="Wall Street Arts" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/Wall-Street-Arts-210x300.jpg" alt="" width="210" height="300" /></a>Setelah sekian lama dianggap arus pinggiran dan bagian dari perlawanan, akhirnya seni jalanan (terjemahan bebas atas street art) menjadi arus utama dalam gerakan seni rupa global. Seniman-seniman jalanan telah diundang untuk turut berpartisipasi dalam berbagai pameran penting di institusi penting, seperti museum dan bienal/trienal internasional, serta dianggap sebagai seniman kontemporer dengan pengaruh yang kuat dalam perkembangan seni rupa global.</p>
<p>Pada pameran “Wall Street Arts” ini, kurator Alia Swastika mengundang tujuh seniman grafiti dari Jakarta untuk berkolaborasi dengan enam seniman Prancis untuk menampilkan grafiti yang khas di masing-masing kota. <span id="more-1864"></span>Menarik untuk dicermati bagaimana gaya jalanan ini kelak akan memengaruhi berbagai media mapan dalam seni rupa kontemporer seperti lukisan, instalasi, dan seni video.</p>
<p>Seniman-seniman yang mengikuti pameran ini adalah orang-orang yang dikenal dan berpengalaman di dunia grafiti. Dari Jakarta, ada Darbotz, Tutu, Popo,  Wormo, Kims dan Bujangan Urban yang telah sering menghiasi dinding-dinding di jalanan Jakarta. Sementara dari Prancis, ada enam seniman yang telah menjadi patron seni jalanan di Eropa: Sonic, Colorz, Gilbert, Kongo, Lazoo, dan Ceet telah menggambar di jalan sejak tahun 70-an dan karya-karya mereka banyak digunakan oleh merek-merek ternama di dunia seperti Nike, Jean-Paul Gaultier, Prada, dan Adidas. Selain itu, beberapa seniman yang telah mapan di dunia seni rupa kontemporer Indonesia, antara lain Soni Irawan dan Farhan Siki, akan ikut serta dalam pameran ini.</p>
<p>Pameran “Wall Street Arts” akan diiringi beberapa acara pendukung seperti diskusi, pemutaran film, dan “tarung grafiti”.</p>
<p>Music performance by  DJ REI dan DJ NASA (Scum City).</p>
<p>Opening: Friday, July 10, 2010 at 5 pm<br />
Closing: August 2, 2010<br />
Venue: Galeri Salihara<br />
Address: Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/wall-street-arts.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mute! Theater</title>
		<link>http://arttitudes.org/exhibition/mute-theater.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/exhibition/mute-theater.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 15:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[bentara budaya]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[krisna murti]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1862</guid>
		<description><![CDATA[[ July 13, 2010; 7:30 pm; ] Wayang wong, sebuah bentuk teater tari yang populer di Jawa sejak sebelum Perang Dunia II, menjadi landasan untuk karya Krisna Murti yang semua dikerjakan tahun 2010 ini. Di masa kecilnya ia akrab dengan Wayang Bharata di Semarang, dan puluhan tahun kemudian sebagai seniman media baru ia menziarahi bagian dari masa lalu itu yang ia manaatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/Mute-Theater.jpg" rel="lightbox[1862]" title="Mute! Theater"><img class="alignleft size-full wp-image-1863" title="Mute! Theater" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/Mute-Theater.jpg" alt="" width="200" height="130" /></a>Wayang wong, sebuah bentuk teater tari yang populer di Jawa sejak sebelum Perang Dunia II, menjadi landasan untuk karya Krisna Murti yang semua dikerjakan tahun 2010 ini. Di masa kecilnya ia akrab dengan Wayang Bharata di Semarang, dan puluhan tahun kemudian sebagai seniman media baru ia menziarahi bagian dari masa lalu itu yang ia manaatkan sebagai alat ungkap untuk menyatakan pikiran dan tafsir tentang bermacam fenomena kebudayaan. Ia dipotret di dalam berbagai karakter wayang, dan kemudian digarapnya dengan bermacam latar, sejak dataran luas tanah yang hancur secara ekologis sampai lanskap industrial maupun atmosfir konsumtif di tengah pertokoan mewah di negeri makmur. <span id="more-1862"></span>Dengan itu Krisna mengaktualkan wayang, masuk ke dalam kehidupan hari-hari ini. Di dalam kostum wayang ia berziarah ulang alik antara masa lalu dan masa kini. Penggunaan diri sendiri sebagai aktor tunggal memicu perenungan ulang tentang “tubuh”: personal maupun sosial, yang mampu mencuatkan beragam persoalan kekinian oleh permainan dari bermacam konteks yang melatarinya. Disajikan di dalam 21 buah digital prints dan 1 buah video instalasi “Empty Theater”.</p>
<p>Opening: Tuesday, July 13, 2010 at 7:30pm<br />
Closing: Sunday, July 18, 2010 at 6:00pm<br />
Venue: Bentara Budaya Jakarta<br />
Address: Jl. Palmerah Selatan 17 Jakarta, Indonesia</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/exhibition/mute-theater.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ART&#124;JOG&#124;10 &#8220;Indonesian Art Now: The Strategies of Being&#8221;</title>
		<link>http://arttitudes.org/events/artjog10-indonesian-art-now-the-strategies-of-being.html</link>
		<comments>http://arttitudes.org/events/artjog10-indonesian-art-now-the-strategies-of-being.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 15:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[aminuddin th siregar]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[art jog]]></category>
		<category><![CDATA[budi adi nugroho]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[eko nugroho]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[yudi sulistyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1859</guid>
		<description><![CDATA[[ July 16, 2010; 7:30 pm; ] ART&#124;JOG&#124;10 "Indonesian Art Now: The Strategies of Being"

Curated by : Aminuddin TH. Siregar
Commision Artists: Eko Nugroho, Yudi Sulistyo, Budi Adi Nugroho

The art fair mechanism held twice, labeled Jogja Art Fair (JAF), was an event with a unique positioning in the social world of this country’s art scene. Especially when it is generally compared to other [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/ART-JOG-10.jpg" rel="lightbox[1859]" title="ART JOG 10"><img class="alignleft size-full wp-image-1860" title="ART JOG 10" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/07/ART-JOG-10.jpg" alt="" width="200" height="254" /></a>ART|JOG|10 &#8220;Indonesian Art Now: The Strategies of Being&#8221;</p>
<p>Curated by : Aminuddin TH. Siregar<br />
Commision Artists: Eko Nugroho, Yudi Sulistyo, Budi Adi Nugroho</p>
<p>The art fair mechanism held twice, labeled Jogja Art Fair (JAF), was an event with a unique positioning in the social world of this country’s art scene. Especially when it is generally compared to other art fairs in the world. What makes it unique is that instead of inviting galleries participation in its event, JAF invites artists openly and directly to exhibit their works.<span id="more-1859"></span></p>
<p>Now, JAF is announcing a new name, ART|JOG (pronounced: ART JOGJA). The aim is to make it easier for the event to offer interesting problems of course no to forget the contemporary context of each offered theme. Such chance makes ART|JOG|10 even more open to offer something different and, at the same time, direct this local art fair to a wider participating scope; beyond the country’s borders.</p>
<p>Officiated by Deddy Kusuma<br />
Music performances Melancholic Bitch &amp; The Monophones</p>
<p>Opening: Friday, July 16, 2010 at 7:30pm<br />
Closing: Thursday, July 29, 2010 at 9:00pm<br />
Venue: Taman Budaya Yogyakarta<br />
Address: Jl. Sriwedani no. 1 Yogyakarta</p>
<p>EXHIBITION<br />
16 &#8211; 29 July 2010 at Taman Budaya Yogyakarta<br />
Gallery open from 09.00 a.m. to 09.00 p.m.</p>
<p>ARTIST STUDIO VISIT (Registration needed)<br />
24 &#8211; 25 July 2010<br />
Artist Studio: Joko Pekik, Jumaldi ALfi, Nasirun, Entang Wiharso</p>
<p>Registration:<br />
17 &#8211; 22 July 2010 | 10.00 am &#8211; 08.00 pm<br />
at Lobby Exhibition Room of ART|JOG|10<br />
Bring and Show your Student Identity Card</p>
<p>ARTIST TALK<br />
29 July 2010 | 03.00 p.m<br />
at Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta<br />
Speaker: Commision Artist<br />
(Eko Nugroho, Yudi Sulistyo, Budi Adi Nugroho)</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arttitudes.org/events/artjog10-indonesian-art-now-the-strategies-of-being.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->